Mahasiswa ITB Penemu Aplikasi Pembuka Kartu Bank

Hacking kartu bank, nfc card
Hanya butuh sentuhan halus untuk memindahkan seisi data kartu prabayar ke tablet android yang dipegang Firman Azhari.

Seperti yang diberitakan BBC Indonesia, temuannya itu telah mengantar mahasiswa S2 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini meraih juara pertama Kompetisi Kaspersky Academy tingkat Asia Pasifik dan Timur Tengah di kampus National University of Singapore.

NFC dalam bahasa elektronika adalah kepanjangan dari near field communication atau dalam bahasa sederhana dalam jarak dekat, data antara dua perangkat berbeda bisa dipindahkan.

"NFC bekerja dalam medan dengan jarak dekat, jadi secara efektif kita bisa melakukan komunikasi dengan kartu atau apa pun dalam jarak efektif 1-3 cm," kata Firman dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Rabu (10/4/2013).

Menurut Firman, ancaman akan keamanan kartu berbasis NFC muncul setelah banyak produk telepon pintar membenamkan teknologi NFC dalam ponsel terbaru mereka.

Rasa penasaran akan keamanan kartu berbasis NFC seperti kartu prabayar dituangkannya dalam makalah berjudul "Detection of Security Vulnerability in Indonesian NFC Application" yang dilombakan di Singapura.

Meski hasil risetnya terbilang serius, ia mengaku sempat tidak percaya diri setelah melihat karya-karya para peserta lain, Firman justru membuat para juri tercengang setelah berhasil "mencuri" isi kartu tanda mahasiswa Malaysia yang juga berfungsi sebagai kartu perjalanan elektronik untuk bus dan kereta api.

Selain diganjar hadiah uang sebesar US$1.000, mahasiswa berusia 23 tahun itu akan maju dalam Kompetisi Kapersky tingkat dunia yang diadakan di Royal Holloway University of London, Inggris.

Bertemu Bank Indonesia

Meski menegaskan bahwa kartu NFC di Indonesia mayoritas masih aman, temuannya tak urung memicu rasa ingin tahu Bank Indonesia.

Hari ini ia diundang bertemu dengan sejumlah pejabat Bank Indonesia untuk berbincang mengenai temuannya.

"Pertemuan hari ini ekspose tentang apa yang sudah saya kerjakan, mungkin mereka dapat latar belakang dari media kalau saya bisa tembus kartu," kata Firman.

"Lebih pada sosialisasi kartu apa saja yang bisa dilihat, kartu apa saja yang belum dan potensi penyalahgunaannya bagaimana ke depan," tambahnya.

Bank Indonesia membagi instrumen pembayaran jadi beberapa yaitu uang tunai, kartu debit, kartu kredit dan kartu prabayar.

"Di Indonesia kartu berbasis NFC banyak dipakai untuk kartu prabayar yang tidak terhubung dengan simpanan, kalau di negara lain kartu kredit sudah ditanamkan NFC," kata dia lagi.

Menurut Firman, rentannya pembobolan kartu NFC seharusnya membuat para penerbit kartu menerapkan sistem keamanan mumpuni dan untuk mengikuti tren teknologi khususnya NFC.

"Karena kalau tidak di-update informasi tentang kerentanan keamanan bisa jadi tidak diketahui dan akhirnya asal terbit atau asal issue karena cuma mementingkan mudah dan cepat tapi tidak memikirkan sisi keamanannya," kata dia.

Ia menyarankan agar para penerbit kartu melakukan semacam benchmark dengan institusi dalam dan luar negeri, seperti di Eropa. (Tribunnews)

Cara download video Youtube tanpa software tool

Ada sebuah cara untuk mendownload video Youtube ke komputer atau ponsel tanpa bantuan software tool.

Sebagai contoh video Youtube pertandingan sepak bola antara Barcelona Vs AC.Milan (4-0) 2013 Goals & Highlights (12/3/2013) HD. 

Alamat Link : http://www.youtube.com/watch?v=2il4yBRkDW4



Berikut caranya :

1. Di website Youtube, buka / klik video yang ingin didonwload. Misalnya dari Video diatas alamat linknya adalah :

http://www.youtube.com/watch?v=2il4yBRkDW4

2. Copy alamat link tersebut kemudian gantilah "www" atau "m" menjadi "ss". Contoh :

http://www.youtube.com/watch?v=2il4yBRkDW4 

GANTI menjadi  :

ssyoutube.com/watch?v=2il4yBRkDW4

dan letakkan (paste) di kotak penelusuran browser yang Anda gunakan (buka tab baru). Lalu tekan tombol ENTER


Download Youtube


3. Setelah itu Anda akan diarahkan ke situs baru yaitu "en.savefrom.net/"


Cara download video youtube


4. Nah, tinggal Anda pilih mau mendownload video tersebut dalam format FLV, MP4, atau WEBM dengan pilihan kualitas seperti 480p, 720p, dan lain-lain dengan cara klik linknya (gambar panah merah)

Selamat mencoba

Software mata-mata di jaringan internet Indonesia

Spyware
Software mata-mata di jaringan internet Indonesia

Indonesia termasuk satu dari 25 negara yang menggunakan piranti lunak FinSpy untuk memata-matai. Laporan yang diterbitkan Citizen Lab, pusat penelitian Universitas Toronto untuk media digital dan keamanan global, itu merinci temuan dari dua peneliti keamanan di universitas di California dan Toronto, Morgan Marquis-Boire dan Bill Marczak.

Dalam laporan ini, 25 negara lain yang menjalankan software serupa adalah Australia, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Kanada, Republik Cek, Estonia, Ethiopia, Jerman, India, Jepang, Latvia, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Belanda, Qatar, Serbia, Singapura, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Setidaknya laporan tersebut menyebut nama tiga provider di Indonesia. Berdasarkan IP address, server-server FinSpy dioperasikan di tiga provider tersebut. Bukan berarti ketiga provider ini terlibat, hanya FinSpy terhubung ke server-server yang menggunakan jaringan milik provider tersebut. Bahkan hanya Indonesia dan Amerika Serikat yang masuk dalam daftar merah negara dengan server terbanyak dengan software FinSpy.

“FinSpy” dijual oleh perusahaan Inggris bernama Gamma Group. Software ini 'menempel' pada email dan memiliki kemampuan untuk "mengambil gambar dari layar komputer, merekam percakapan Skype, menyalakan kamera dan mikrofon dan mencatat aktivitas keyboard," menurut laporan New York Times. Tanpa sadar pengguna bisa mengunduh software ini. FinSpy kemudian menghubungkan komputer milik perorangan ke sebuah server lokal -- dalam beberapa kejadian, server-server ini adalah milik pemerintah.

Pejabat Gamma Group mengatakan bahwa mereka menjual teknologi ini pada pemerintah untuk mengawasi aktivitas kriminal yang melibatkan "pedofil, teroris, kejahatan terorganisir, penculikan, serta perdagangan manusia."

"Temuan kami menyoroti adanya kesenjangan antara klaim Gamma dengan kenyataan bahwa FinSpy digunakan secara khusus untuk mengejar 'orang jahat' dan ada bukti yang semakin menumpuk bahwa alat ini sudah dan terus dipakai untuk melawan kelompok oposisi atau aktivis hak asasi manusia," tulis peneliti dalam laporan mereka.

Menurut para peneliti, FinSpy sepertinya tak hanya digunakan untuk pengawasan bermotif politik, tapi penggunaannya berbeda-beda di masing-masing negara. Meski begitu, peneliti laporan tersebut memperingatkan bahwa alat-alat ini biasanya digunakan di negara-negara di mana aktivitas politik serta kebebasan berpendapat adalah tindakan kriminal. 

Misalnya di Ethiopia, link download FinSpy ada di foto-foto dalam email yang ditujukan bagi lawan-lawan politik pemerintahan, sementara di Turkmenistan, server yang mengoperasikan software ini dimiliki oleh serangkaian IP adress milik kementerian komunikasi negara tersebut.

Sementara di Vietnam, software ini ditemukan dalam sebuah ponsel Android yang mengirimkan SMS ke sebuah nomor Vietnam. Para peneliti menganggap ini adalah temuan mengerikan karena pemerintah Vietnam mengeluarkan undang-undang sensor yang melarang blogger untuk menentang Partai Komunis. YahooNews

Stop to hacking White House calls on China

China stop hacking US computer systems
A senior White House official has demanded that China stop hacking US computer systems and agree to a set of international rules on behavior in cyberspace.

In an escalation of the row between the two countries, President Obama’s national security adviser, Thomas E Donilon, said that hacking was taking place 'on an unprecedented scale'.

"Increasingly, US businesses are speaking out about their serious concerns about sophisticated, targeted theft of confidential business information and proprietary technologies through cyber intrusions emanating from China on an unprecedented scale," he told a meeting of the Asia Society in New York yesterday.

"The international community cannot afford to tolerate such activity from any country. As the President said in the State of the Union, we will take action to protect our economy against cyber-threats."

Donilon said that the US is now seeking commitments from China - first, a recognition of the fact that hacking is damaging international trade. He called on Beijing to investigate and put a stop to and to help establish 'acceptable norms of behavior in cyberspace'.

"Both countries face risks when it comes to protecting personal data and communications, financial transactions, critical infrastructure, or the intellectual property and trade secrets that are so vital to innovation and economic growth," he said.

The hacking war between the US and China has become less and less covert in recent months. Last month, security form Mandiant upped the stakes by claiming that it had traced attacks on 140 organizations in the last seven years back to a specific office block in Shanghai - one occupied by a Chinese military unit.

Beijing responded by accusing the US of repeated attacks on its Defense Ministry and People's Liberation Army websites.

Indeed, a report from China's National Computer Network Emergency Response Technical Team Coordination Center (CNCERT/CC) on Sunday claimed that 85 Chinese sites have been hacked in the last six months - 39 of them by IP addresses within the US.

Ninety-six percent of phishing sites targeting Chinese e-commerce users were running on foreign servers, it claims, with US-based servers accounting for 73.1 percent.

"What is black is black, and what is white stays white," foreign minister Yang Jiechi told China Daily. "Anyone who tries to fabricate or piece together a sensational story to serve a political motive will not be able to blacken the name of others nor whitewash themselves." TGDaily