Tips melindungi email dan akun FB dari Hack & Crack Password.

Tips melindungi email dan akun FB dari Hack & Crack Password.
Facebook


Jaman sekarang yang namanya hacker atau cracker semakin kreatif, dengan berbagai cara mereka berusaha menembus email Anda, friendster, rekening online, web site, bahkan blog Anda tidak mau kan, kalau suatu saat profile Anda di friendster diubah oleh orang? Atau web site Anda tiba-tiba di ganti tampilannya oleh hacker / cracker ?

Salah satu cara hacker menembus account kita adalah dengan cara menebak password. Hacker menggunakan script yang dapat memasukkan puluhan password tiap detik untuk mencoba masuk ke dalam account kita.

Cara hacker menebak password kita antara lain dengan:
1. Brute force attack, yaitu dengan mencoba semua kombinasi, mulai dari aaaa sampai zzzz, sampai beberapa karakter.
2. Dictionary attack, yaitu dengan menebak menggunakan kata-kata dalam kamus, dan dikombinasikan dengan angka-angka atau karakter.
3. Personal information attack, dengan cara memasukkan data-data pribadi seperti nomor telepon, tanggal lahir, nama pacar, kode pos, dan sebagainya.

Password yang sangat lemah akan sangat mudah dibobol hacker dengan cara ini. Contoh password yang sangat lemah misalnya:
• 123456, qwerty, asdf, ini karena mudah sekali orang mengetik kombinasi ini di keyboard.
• password, mypassword, dan lain-lain yang menggunakan kata-kata dalam kamus (semua bahasa).
• tanggal lahir, nama pacar, dan lainnya yang merupakan data diri orang tersebut.

Password yang lemah, bisa dibobol dalam waktu yang lebih cepat, misalnya:
• menggunakan semua huruf kecil.
• menggunakan kombinasi kata dan angka, misalnya buku10, teroris80.
• mengganti huruf dengan karakter, misalnya c1nt@

Bagaimana password yang kuat dan sulit ditembus hacker?
1. Merupakan kombinasi dari huruf besar, huruf kecil, nomor, dan karakter.
2. Panjang lebih dari 10 karakter.
3. Tidak menyertakan kata-kata dalam kamus.

Password yang kuat harus mudah diingat oleh pemiliknya.
Contoh password yang kuat: 1mAu$100Ribu

Cara mengingatnya:
• 1 = kata “saya” diterjemahkan dalam bahasa Inggris (I).
• mAu = mau
• $ = uang
• 100Ribu = 100 ribu

Contoh password kuat yang lain: ninG->0+1Gul

Cara mengingatnya:
• ninG = misalnya nama orang sepesial buat Anda: Naning
• -> = panah identik dengan adalah
• 0+ = lambang cewek
• 1 =berarti nomor satu atau paling
• Gul = gula itu manis

Beberapa tips agar password tidak mudah dibobol:
1. Jangan menggunakan password yang sama untuk berbagai macam layanan, misalnya password email Anda sama dengan password friendster. Ini berarti:

* Seseorang yang dapat menjebol password friendster Anda, bisa juga menjebol password email Anda. Sementara di mata hacker menjebol password friendster lebih mudah daripada menjebol email Yahoo.
* Admin atau “orang dalam” friendster tahu password Anda, dia juga bisa memasukkan password tersebut ke email Anda.

2. Jangan mengklik link di email yang menyatakan Anda harus memverifikasi password Anda. Email ini dikirim oleh hacker.
3. Jangan memasukkan password disitus selain yang memberikan layanan. Misalnya jangan memasukkan password yahoo di situs friendster untuk alasan apapun (misalnya import address book).
4. Sebelum login ke email atau yang lain, pastikan URL di browser Anda benar. Misalnya mail.yahoo.com bukan mail.yahoo-ltd.com atau yahoo-verify.com atau yang lain.
5. Untuk rekening online seperti e-gold, klik BCA, paypal, sebaiknya Anda tidak mengetik password Anda lewat keyboard (karena hacker bisa membaca keyboard Anda dengan program keylogger). Gunakan On Screen Keyboard, Charakter Map, atau copy paste dari huruf acak.


Selain itu perhatikan hal-hal berikut :

1. Jangan menambahkan teman yang tidak kamu kenal. Pilih teman dengan jumlah mutual friendnya lebih banyak.

2. Ganti password sesering mungkin usahakan setiap seminggu sekali dan buat password yang kuat dengan mencampurkan angka, huruf dan karakter spesial. Jangan pernah memberitahukan passwordmu kepada orang lain.

3. Jangan memberitahukan alamat email kamu kepada orang lain atau disebarluasakan ke internet. Jika ingin di add seseorang sebaiknya menggunakan alamat URL profilmu atau gunakan Facebook Username untuk memperpendek URL tersebut. Untuk membuat Facebook Username masuk ke sini
https://www.facebook.com/login
4. Setelah kamu login pastikan kamu logout dan Clear Recent History dengan menekan (tekan CTRL+SHIFT+DEL untuk Mozilla) .Hal ini harus kamu lakukan terutama jika kamu di warnet.

5. Pastikan alamat Facebook yang kamu akses adalah https://www.facebook.com/

6. Atur Info Profile yang kamu berikan seminim mungkin dan pada pengaturan privasi ( https://www.facebook.com/fbprivacy ) buat semua settingannya agar hanya dapat dilihat teman saja (Only Friends) atau buat Customize khusus untuk alamat email anda (Only by Me)

7. Jangan terlalu banyak menggunakan aplikasi/game dan bergabung dengan group/pages yang tidak jelas.

Okey begitulah tips-tips agar password kita sulit dibobol hacker. Semoga dengan tips ini account kita aman dan terhindar dari kebobolan.

Semoga dgn ini anda bisa lebih berhati-hati dan account kita aman dan terhindar dari kebobolan.



Sumber:https://www.facebook.com/notes/zona-faceb00kers-mania/tips-melindungi-email-dan-akun-fb-dari-hack-crack-password/262008743835856

Aplikasi BBM Telah Hadir di Windows Phone

BBM, Windows Phone, Lumia


Kalangan pengguna Windows Phone nampaknya tengah dimanjakan oleh BlackBerry. Setelah sekian lama menunggu kehadiran BlackBerry Messenger (BBM), akhirnya penantian tersebut terwujud.

Aplikasi pengiriman pesan milik BlackBerry (BBM), diketahui telah tersedia di toko aplikasi Windows Phone Store. Meski begitu, aplikasi yang telah hadir di toko aplikasi milik Microsoft tersebut, masih dalam bentu Beta.

Nampaknya, kehadiran aplikasi BlackBerry Messenger di Windows Phone Store, merupakan perwujudan dari janji CEO BlackBerry, John Chen, yang pernah menyatakan bahwa aplikasi andalan milik BlackBerry akan hadir di Windows Phone pada awal Juli tahun ini.

Untuk kalangan pengguna perangkat Windows Phone, aplikasi BBM ini disebutkan bisa berjalan di perangkat Windows Phone versi 8 dan 8.1.

Sumber: beritasatu

Debat Capres Cawapres 2014 Putaran Terakhir

Debat Capres Cawapres kelima 5 Juli 2014, Pangan, Energi dan Lingkungan Hidup.  Pembangunan SDM dan IPTEK dalam Debat Cawapres.


Debat Capres 5 Juli 2014

20.50 WIB: Ketua KPU Husni Kamil Manik baru memberikan sambutan. Dia mengingatkan mulai pukul 00.00 WIB nanti, tim sukses masing-masing capres sudah membersihkan alat peraga kampanye karena memasuki masa tenang. Setelah menang, ia berharap, maka pasangan capres-cawapres adalah pimpinan nasional kita semua, bukan dari salah satu tim kampanye saja. “Yang terpilih adalah pimpinan kita, yang menang adalah rakyat Indonesia. Agar tim kampanye capres-cawapres mulai malam ini mengingatkan untuk bisa menahan diri, menertibkan diri. Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan pemilu yang tertib bisa jadi teladan buat bangsa-bangsa lain.”



20.57 WIB: Moderator debat malam ini adalah Rektor Universitas Diponegoro, Sudharto P Hadi. Dia sudah memanggil dua pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Prabowo-Hatta tetap mengenakan seragam kemeja putih dan celana kremnya, sementara Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan Jusuf Kalla mengenakan kemeja putih. “Indonesia Raya” kini dinyanyikan.

21.04 WIB: Seperti biasa, 4 menit untuk menyampaikan visi dan misi. Kemudian moderator memberi waktu 3 menit untuk menggali visi misi tersebut. Pertanyaan sama akan diajukan ke masing-masing kandidat, ada 2 menit untuk menjawab. Kemudian masing-masing kandidat bisa saling bertanya dan memberi tanggapan, ada 2 menit untuk menjawab dan 2 menit untuk menanggapi. Kemudian mereka mendapat kesempatan untuk memberi pernyataan penutup selama 2 menit. 

Mari mulai debat dengan segmen pertama.

21.04 WIB: Cawapres nomor urut 1, Hatta Rajasa, mendapat kesempatan menyampaikan visi misinya di bidang pangan, energi, dan lingkungan. 

“Untuk energi, pertama, harus menaikkan produksi migas, mengurangi impor, dan mengembangkan diversifikasi energi.” 

“Di lingkungan, sustainable development jadi keharusan. Pertama, penting bagi kita lingkungan hidup untuk mengatasi global climate change. Kedua, penting untuk melakukan konservasi agar ekosistem terpelihara. Ketiga, harus sungguh-sungguh meningkatkan kualitas air, udara, dan tanah. Serta bagaimana upaya kita agar prinsip-prinsip dasar sustainable development menjadi dasar pembangunan.” 

“Lingkungan hidup bukanlah suatu warisan, tapi titipan dari generasi-generasi ke depan yang harus ditingkatkan, agar generasi ke depan hidup lebih baik daripada kita.” 

21.09 WIB: Kini giliran Jusuf Kalla menyampaikan visi misi Jokowi-JK.

"Pangan dan energi adalah kebutuhan pokok kita semua, juga lingkungan yang baik. Pangan dan energi kita dalam lima tahun terakhir mengalami krisis luar biasa. Dengan luas lahan sawah 8 juta hektar, yang ditanami 12 juta, tahun terakhir mengimpor pangan pada 2012 sebesar 2,7 juta ton, padahal pada 2008-2009 sudah swasembada beras." 

"Energi, tidak ada lagi gerak manusia tanpa energi. Situasi kritis, BBM yang impornya begitu banyak, listriknya yang padam di banyak kota di Indonesia. Soal pangan, pertama, tingkatkan produktivitas, penyediaan bibit, pupuk, dan perbaikan pengairan." 

"Energi, kita harus segera mengadakan perubahan-perubahan cara berpikir soal energi. Kita harus memperbaiki sistem mix energi yang baik, konversi dari minyak ke BBG ke kendaraan, secara nyata, bukan pidato, dan harus memperbaiki transportasi umum. Perlu ada diversifikasi, baik energi terbarukan, geothermal, air, dan sebagainya." 

"Lingkungan hidup kini menjadi kebutuhan pokok. Tiap tahun harus memperbaiki 2 juta hektar hutan, memperbaiki sungai, dan memperbaiki kota-kota kita. Semuanya serba urgent akibat kelambatan menangani dalam tahun-tahun terakhir ini. Jokowi-JK berjanji mencetak sejuta hektar sawah untuk memenuhi kebutuhan pokok kita." 

21.24 WIB: Berdasarkan visi dan misi yang Pak Jokowi-JK sampaikan, ketahanan pangan melalui agribisnis pertanian melalui ekspor, bagaimana strategi menghadapi tantangan liberalisasi perdagangan?




Jokowi menjawab. "Yang harus dilihat lebih dulu adalah pasarnya. Kalau pasarnya sudah jelas ada, baru berproduksi. Petani diperintahkan untuk menanam pepaya, melon, dan semangka, tapi pasarnya di mana? Petani asal diberi arahan, kawalan, PPL, berproduksi apapun bisa. Jangan anggap remeh petani. Persoalannya adalah kita tidak pernah menyiapkan pasar untuk mereka. Kalau mereka disuruh tanam pepaya, harus disiapkan industri ekstrak jus pepaya. Inilah yang bertahun-tahun tidak pernah kita lihat atau jalankan. Kita semua tahu problemnya, masalahnya, ngerti masalahnya, tapi yang tidak ada adalah niat untuk menjalankannya. Pakar kita banyak, tanah kita subur, kuncinya hanya di niat dan kemauan."

JK diminta menambahkan. “Setiap ekspor perlu nilai tambah yang baik. Contoh sawit, jika CPO-nya saja, kurang, industri hilirnya perlu dibangun. Daya saing pertanian ada, lahan agraris kita subur, perlu ada nilai tambah dalam bentuk pengolahan dan pasar adalah inti dari kemakmuran rakyat. Perlu pendapatan yang lebih besar daripada menanam saja.” 

21.29 WIB: Dari visi misi Prabowo-Hatta, akan meningkatkan produksi dengan pertanian rakyat. Bagaimana strateginya menghadapi dampak perubahan iklim?

Prabowo menjawab pertama. “Masalah pertanian yang kita hadapi, kita mengalami ancaman besar, setiap tahun kita kehilangan lahan untuk pertanian, 60 ribu hektar per tahun. Kementerian Pertanian memperkirakan 2015 kita butuh tambahan lahan 730 ribu hektar. Kalau kita bicara produktivitas, pertama intensifikasi lahan yang sudah ada, yang kedua, harus menambah 60 ribu hektar lahan yang hilang jadi real estate, pabrik, harus ditambah. Pertama, harus memperbaiki pupuk. Jenis yang dipakai di Indonesia ketinggalan, pupuk majemuk yang spesifik. Perlu ada pupuk untuk jagung, beras, ubi, dll, tidak satu pupuk untuk semua. Dengan memberi pupuk majemuk saja, dengan lahan yang ada, kita bisa meningkatkan produksi 40%. Ini sudah dibuktikan di 100 kabupaten di seluruh Indonesia.” 

“Kita butuh tambah 730 ribu hektar yang hilang, tahun depan. Berarti, jika Prabowo-Hatta mendapat mandat, akan menambah 2 juta hektar sawah baru untuk mengantisipasi lahan hilang. Intensifikasi, ekstensifikasi, pengairan, irigasi, butuh usaha besar namun mampu melakukannya.” 

Hatta Rajasa tak dapat waktu buat menambah komentar soal mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

21.40 WIB: Segmen ketiga adalah pendalaman tema debat. Masing-masing calon akan mendapat dua pertanyaan yang sama. Pertanyaan pertama buat Prabowo-Hatta. 



“Dalam rangka mencapai kedaulatan energi, kita menghadapi berbagai tantangan. Satu, liberalisasi tata kelola energi. Kedua, subsidi BBM yang terus meningkat. Ketiga, porsi penggunaan energi terbarukan kita masih rendah, kecil, hanya 6% dari target 23% pada 2025. Bagaimana strategi Prabowo-Hatta untuk menata ulang sektor energi?”

Waktunya 3 menit. 

Hatta yang menjawab. “Penataan ulang terhadap sektor energi wajib dilakukan. Sambil menghormati kontrak-kontrak liberal, tapi tetap harus ada renegosiasi agar sebesar-besar pendapatan untuk kemakmuran rakyat. Bagaimana energi kita berkelanjutan? PErtama, upaya meningkatkan cadangan dengan eksplorasi. Kedua, penting bagi kita untuk mengembangkan sumur-sumur tua dengan enhanced oil recovery, untuk menambah cadangan. Tapi ini jangka pendek karena fosil fuel. Utamanya adalah diversifikasi dengan energi terbarukan. Kuncinya insentif, riset, spending untuk meningkatkan, dan pola bisnisnya harus menarik. Harus ada feed in tariff, energi terbarukan harus ada insentif dari pemerintah. Prabowo-Hatta ingin meningkatkan bauran energi di atas 20%, 25% pada 2025 atau 2030. Dengan feed in tariff, pola bisnis ini akan terjadi.” 

“Bagaimana kita menghemat energi? Bagaimana elastisitas energi dari 1,63 ditekan jadi 0,8, penghematan dilakukan dalam pembangunan kita. Kesimpulan, pertama, eksplorasi untuk meningkatkan cadangan. BUMN diberi porsi untuk eksplorasi meningkatkan cadangan, diversifikasi energi, penghematan energi. Ini adalah hal-hal yang penting dari sustainable energy kita.”

21.44 WIB: Pertanyaan yang sama buat Jokowi-JK.

Jokowi yang menjawab. “Sebetulnya energi yang kita punyai sangat melimpah, baik minyak, gas, maupun panas bumi, dan terbarukan. Banyak kesempatan yang bisa kita kelola dari situ. Pertama, menyangkut minyak dan gas dan panas bumi, kita harus berani memutuskan, BBM harus dialihkan ke gas, lebih murah dan stok yang ada bisa mengurangi beban dari BBM. Kedua, infrastruktur terkait gas, pemipaan gas ke industri, perumahan, harus segera dikerjakan. Pemipaan untuk gas bisa dikerjakan dalam 3 tahun, kecepatan tinggi. Sangat menyedot banyak energi adalah kemacetan. Yang ke depan, namanya transportasi publik harus dikerjakan secara baik di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Tidak ada kata tidak. Karena ini menyangkut visi ke depan, agar energi bisa dipakai secara efisien.”

“Banyak sekali lahan marjinal, tanaman, canthel atau sorgum bisa ditanam di mana-mana, tidak ada riset yang baik, tidak ada insentif, dan tidak ada pasarnya untuk biofuel. Pertamina harus membuka pasar. Jangan sampai kita memberi insentif buat BBM tapi tidak memberi insentif buat biofuel yang bisa dinikmati oleh petani.”


21.48 WIB: Pertanyaan buat Jokowi-JK. Menipisnya SDA dan meningkatnya kerusakan lingkungan jadi indikasi belum terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Bagaimana strategi Jokowi-JK dalam menserasikan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan?

Jokowi menjawab lagi. “Mestinya kita harus menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan hajat hidup orang banyak. Ketiganya harus berjalan paralel untuk mendapat kemanfaatan bukan hanya ekonomi. Jangan dinomorsatukan atau nomorduakan. Sekarang hutan kita rusak. DAS kita juga rusak. Terumbu karang di pantai juga rusak. Karena kita terlalu mengejar pertumbuhan ekonomi dan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Ketiganya harus berjalan bersamaan, lingkungan harus dijaga karena inilah yang akan kita beri ke anak cucu. Kita tidak lagi berteori, apa yang kita ketahui harus segera kita kerjakan, kita laksanakan, kita implementasikan. Kekurangan kita adalah melaksanakan. Merencanakan kita sudah banyak sekali.”

JK dipersilakan menjawab. “Antara ekonomi dan lingkungan harus disesuaikan dengan teknologi. Kalau sawah 1 hektar bisa menghasilkan 1,5 ton padi, dengan teknologi bisa 6-7 ton padi, biar hutan tetap terjaga. Sawit juga, kesejahteraan ekonomi terjaga, tapi lingkungan tetap terjaga.”

21.52 WIB: Pertanyaan sama buat Prabowo-Hatta. 

Prabowo menjawab lebih dulu. “Masalah kerusakan lingkungan tidak lain juga karena daya dukung Bumi kita, daya dukung wilayah teritorial bangsa kita sudah sangat berat menampung ledakan penduduk. Jadi Indonesia tiap tahun harus menerima tambahan 5 juta warga baru. Tambahan penduduk ini berarti 5 juta mulut baru, siapkan makan, semua fasilitas yang dibutuhkan oleh seorang warga negara. Ini yang mempercepat proses kerusakan lingkungan. Juga dengan kurangnya regulasi atau pengawasan tambah mempercepat rusaknya lingkungan.” 

“Dilema bagi kita, kalau kita tidak mempercepat pertumbuhan, bagaimana kita menciptakan lapangan kerja? Bagaimana strategi kami? Strategi banyak jalur, sekaligus dengan pendidikan bisa menanamkan pengertian hubungan antara pembangunan ekonomi dan butuhnya kita menjaga lingkungan. Tidak bisa tidak, kita harus mengejar pertumbuhan ekonomi. Pendidikan harus kita dorong dan jadi sektor investasi yang besar. Jalur pembangunan yang harus kita gunakan, baru keseimbangan bisa dicapai.”

Hatta menjawab. “Pada 2015 MDG akan berakhir, bersambut dengan sustainable development goals..” Sayang, waktu sudah habis.

22.04 WIB: Segmen 4 debat, kandidat bisa saling bertanya. Jokowi-JK memberi pertanyaan pertama buat Prabowo-Hatta. “Saat ini kita sebagai pengimpor beras sangat besar, 2,7 juta ton, dan pernah swasembada pada 2008-2009. Pertanyaan saya pada Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian, apa yang salah? Dan pada Prabowo sebagai Ketua HKTI, apa yang salah?”




Hatta menjawab dulu. “Kalau melihat data impor dari 2000 sampai sekarang, tidak pernah kita tidak mengimpor. Kita pernah swasembada, tapi 2007-2008, dunia mengalami krisis, tapi Indonesia mengalami surplus, bahkan membantu negara tetangga kita, Filipina. Kita hanya mengimpor jika betul-betul mengalami gangguan, iklim ekstrem, meningkatkan tambahan dana buat petani kita, Rp2 T setahun agar bisa survive. Nah impor yang selalu kita lakukan untuk beras-beras tertentu, beras untuk masyarakat asing, dsb.”

Prabowo menjawab. “Sebagai Ketua Umum HKTI saya selalu mengingatkan pemerintah, bahkan ditegur oleh Jusuf Kalla karena statement saya menolak impor beras. Bapak sebagai Ketua Umum Golkar, saya sebagai anggota Golkar, bapak memanggil saya karena statement saya menolak impor beras.” 

22.06 WIB: Pertanyaan Hatta Rajasa buat Jokowi-JK. “Dunia mengakui Indonesia adalah champion dalam global climate change, di Bali kita berhasil menambah deklarasi untuk Kyoto Protocol. Bagaimana efektivitas Protokol Kyoto.”

“Indonesia pendukung utama Protokol Kyoto, dunia harus bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan, hutan. Indonesia juga protes kenapa AS tidak melakukan Protokol Kyoto. Di Bali, kita mendorong REDD. Pelaksanaannya sangat lambat, Eropa dan AS tidak menjalankan dengan baik. Carbon credit tidak berjalan dengan baik, insentif untuk menjaga hutan tidak terjadi. Australia, Norwegia hanya berjanji memberi $1 miliar, tapi tidak ada. Jadi kita harus berjuang sendiri.” 

22.09 WIB: Pertanyaan dari Jokowi-JK buat Prabowo-Hatta. JK yang memberi pertanyaan. “Energi kita sangat kritis, impor terbesar kita dalam sejarah, subsidi kita naik terbesar dalam sejarah, defisit kita terbesar dalam sejarah, listrik kita mulai padam di mana-mana. Apa yang terjadi?”

Jawaban Hatta Rajasa. “Sejak bapak wapres pun, terjadi declining produksi kita. Sumur-sumur kita declining, tapi dipastikan awal 2015 jadi naik lagi. Dari rencana pembangunan 10 ribu MW, tapi terhambat oleh tata kelola yang terlalu terburu-buru. Banyak hal yang perlu kita jelaskan. Tapi banyak yang jauh lebih baik. Kita akan mencapai lagi 1 juta barel dan 43 juta MW. Kita tidak boleh menggantungkan pada energi fosil, kuncinya adalah insentif, feed in tarif agar energi terbarukan bisa berjalan dengan baik.”

22.13 WIB: Pertanyaan Prabowo buat Jokowi-JK. “Saya kaget dalam kampanye, bapak bilang petani tidak perlu koperasi, padahal koperasi vital, sokoguru bagi kehidupan petani dan nelayan kita?”

Jokowi yang menjawab. “Mungkin bapak salah baca atau salah dengar. Saya kira semua orang tahu, koperasi adalah sokoguru ekonomi kita. Tidak mungkin seorang Jokowi mengatakan seperti itu. Hanya masalahnya di desa ada beberapa hal yang harus kita tuntaskan, baik soal perangkat desa, kelembagaan yang ada di desa, baik dana yang akan dikucurkan Rp1,4 miliar menurut UU Desa, perlu ada Badan Usaha Desa, baik koperasi atau yang lainnya. Tapi lebih baik koperasi. Desa harus bisa mandiri. Oleh sebab itu, kita ingin ternak yang ada di desa, subsidi pemerintah dipusatkan pada satu tempat, satu kandang, sehingga nantinya kotoran sapi ini diarahkan ke produksi energi, sehingga desa bisa swasembada energi dan daging sendiri. Pengelolaan-pengelolaan seperti inilah yang diperlukan, perlu memperkuat perangkat desa.”

22.26 WIB: Kini memasuki segmen kelima. Para calon saling bertanya, menanggapi, dan menanggapi balik. 




Sesi pertama, pasangan Prabowo-Hatta mengajukan pertanyaan lebih dahulu. 

Hatta Rajasa bertanya. “Kita semua ingin hidup dalam suasana bersih, hijau, dan sehat. Penghargaan tertinggi adalah Kalpataru, banyak kota menginginkan itu. Termasuk juga upaya membangun udara sehat, bersih. Apa tanggapan Jokowi dan upaya mencapai itu?”

Jokowi menjawab. “Kalpataru baik diberikan pada perseorangan dan lembaga, tapi tidak hanya piala, tapi juga insentif, dana, dan anggaran agar dapat mengembangkan apa yang kerjakan jadi lebih besar lagi. Piala, hanya dapat barangnya. Kalau dapat dana, bisa lebih memperluas lagi, memperbaiki DAS, area tangkapan, atau merawat desanya. Kalau hanya piala, tapi akan lebih baiknya jika dapat dana atau anggaran. Agar semua ingin memperbaiki desanya, daerah tangkapan air, memperbaiki kotanya, dan memperbaiki negara yang kita cintai.”

Tanggapan Prabowo-Hatta. Hatta Rajasa memberi tanggapan. “Bentuk penghargaan dalam insentif atau piala bukan sesuatu yang terlalu prinsip. Yang penting adalah penghargaan adalah refleksi membangun kotanya jadi bersih dan sehat. Dari apa yang dijelaskan, kenapa DKI Jakarta tidak dapat? Padahal biasanya dapat? Solo malah belum dapat? Apa yang salah?”

Jusuf Kalla bilang, “Pertanyaan Bapak bagus, tapi keliru. Itu bukan Kalpataru, tapi Adipura.”

Jokowi menambahkan, “Solo pernah mendapat penghargaan green city dari Kementerian Lingkungan Hidup. Silakan cek di sana.”

JK menjawab, “Karena pertanyaannya keliru, saya tidak bisa jawab.”

22.34 WIB: Pertanyaan dari Jokowi-JK buat Prabowo-Hatta. “Menjelang Lebaran, harga daging sapi selalu makin mahal. Tadi pagi ke pasar, harganya Rp120 ribu per kg. Mestinya dengan impor, harga daging sapi bisa stabil, lebih murah. Bagaimana dengan kebijakan impor daging sapi?”

Prabowo menjawab. “Masalah kenaikan harga pangan menjelang puasa, selalu menjadi masalah buat kita. Masalah daging adalah salah satu daripada komoditas pangan yang selalu naik menjelang bulan puasa. Untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani-petani kita menambah jumlah ternak yang ada di Indonesia, menambah pengusaha-pengusaha yang akan menjalankan pabrik pemotongan sapi, dan memperlancar distribusi sapi yang ada di Indonesia. Indonesia menghasilkan banyak ternak sapi. Kadang mendatangkan sapi dari NTT lebih susah daripada mendatangkan dari Australia. Masalah-masalah inilah yang harus kita perbaiki bersama. Bagaimana kita memperlancar produksi pertanian, peternakan di segala bidang, terutama daging, susu, dan sumber protein lainnya. Perlu pendekatan komprehensif, besar-besaran, memperbaiki dari hulu ke hilir, memperbaiki mindset dari neoliberal.”

Tanggapan Jokowi. “Mestinya kalau kita punya strategi jangka panjang, mestinya kita bisa memulai, bakalan-bakalan sapi diberikan di desa-desa, terpusat di satu kandang, gampang dicek, dikontrol, semua petani ikut dalam program ini. Pertama, dapat pupuk dari sana. Kedua, kita bisa mendapatkan energi dari kotoran sapi di kandang itu. Ketiga, jangka panjang, kita akan punya stok sapi hidup yang sewaktu-waktu bisa jadi suplai daging sapi. Jangan sampai impor daging karena stok dalam negeri tidak cukup. Dalam waktu 5-6 tahun bisa kita selesaikan impor. Dalam setahun, impor tidak dalam bentuk daging fresh, tapi carcass, ada daging yang harganya Rp30 ribu, Rp40 ribu, Rp75 ribu, tukang bakso bisa hidup dari cara impor ini. Tidak seperti sekarang semua harus beli yang harganya Rp120 ribu.”

Tangapan Prabowo lagi. “Sebagian dari pandangan bapak soal ternak di desa saya setuju. Sebagian. Di kandang, berkelompok, naga-naganya ke arah koperasi. Saya mendukung koperasi ternak, petani. Kalau saya, jangankan carcass, saya ingin itu ternak lahirnya di Indonesia, kalau perlu carcass-pun kita tidak impor. Kita harus melipatgandakan jumlah ternak kita, di semua desa di seluruh Indonesia, yang mampu membesarkan ternak harus kita lakukan. Di ujungnya kita tidak perlu impor carcass sekalipun.”

Hatta menambahkan. “Konsumsi daging sapi meningkat 2,2 kg, tapi impor kita menurun. Awalnya akan mahal harganya, tapi menguntungkan peternak dan membuat rangsangan meningkatnya populasi sapi, sehingga swasembada dan harganya turun.”

22.41 WIB: Pertanyaan Prabowo-Hatta buat Jokowi-JK. Prabowo yang menanyakan. “Inti dari pangan adalah sawah kita berkurang drastis. 2015, defisit sawah kita adalah 750 ribu hektar. Kami punya lahan menambah 2,5 juta hektar lahan untuk sawah? Apakah bapak setuju ekstensifikasi besar-besaran di atas 1 juta, mengarah ke 2 juta atau lebih?”

Jokowi menjawab. “Tambahan sawah sangat diperlukan. Tapi harus dilihat dulu, airnya dari mana. Di Papua, sudah dibuka, tapi dibiarkan begitu saja, karena tidak pernah dipikirkan airnya dari mana, bendungannya dibangun di mana. Yang pertama, tentukan dulu, ada airnya atau tidak, sungai yang bisa dibendung atau tidak? Pertama buat bendungan dulu. Baru buat irigasi dulu. Baru itu membuat sawah akan berhasil. Jangan kebalik-balik. Kita tidak ingin ada kegagalan sudah terlanjur hutan ditebang, tapi sawah tidak bisa dikerjakan lagi. Oleh sebab itu, semuanya harus dikalkulasi, dihitung, yang dikerjakan ini bukanlah sebuah proyek, tapi program yang bermanfaat bagi negara, bagi rakyat, karena rakyat dapat pembagian lahan dan kesejahteraan petani akan meningkat.”

Tanggapan Prabowo. “Tentunya di abad 21 ada teknologi, ada sistem manajemen, tentu harus direncanakan dengan baik. Tapi bapak belum menjawab, setuju atau tidak dengan penambahan jumlah sawah kita? Saya mengerti, membuat sawah harus ada sumber air. Tidak ada air, tidak ada tanaman yang hidup.”

Tanggapan Jokowi. “Saya rasa tidak perlu dijawab, karena dalam visi misa kita jelas, kita ingin membangun 1 juta hektar per tahun, jelas. Yang ingin saya tekankan adalah penerapannya, sekarang yang ada membuat visi misi, tidak diimplementasikan, tapi tidak dilakukan, tidak segera dilakukan. Kalau hanya ingin, akan, akan, banyak sekali. Yang penting bagaimana mengimplementasikan ini, membuat manajemen perencanaan, riil, konkret, nyata yang betul-betul dirasakan oleh rakyat. Yang penting adalah pengawasan, seperti di Papua, atau sejuta lahan gambut. Tidak hanya sekali atau dua kali mengalami kesalahan. Jangan mengulangi kesalahan, jangan mengulangi kesalahan, jangan mengulangi kesalahan.”

22.46 WIB: Pertanyaan JK buat Prabowo-Hatta. “Saya ingin menanyakan pidato Anda soal kleptokrasi, ada maling-maling. Saya ingin jelaskan, tidak ada maling di bidang energi, dan pangan dalam partai pendukung kami. Karena tidak ada maling minyak, mafia minyak, mafia daging, beras, gula, haji. Pidato bapak ditujukan buat siapa?”

Prabowo menjawab. “Yang saya maksud adalah proses demokrasi kita, terjadi jual beli suara, macam-macam, bahwa roh dari demokrasi sedang dirusak dari macam-macam. Saya tidak mengatakan bahwa dari partai saya tidak ada maling. Yang saya maksud adalah fenomena dari bangsa kita. Siapa tahu di pihak partai bapak ada juga, di partai A dan B ada juga. Saya ingin masyarakat menjaga demokrasi, tidak ikut dalam permainan-permainan yang terjadi di lapangan.”

Hatta menambahkan. “Sebetulnya kalau kita menjalankan demokrasi dan penegakan hukum, maka mafia apapun kita serahkan pada penegakan hukum. Tidak perlu kita melontarkan sesuatu yang tidak ada datanya. Jadi bisa di-trace siapa yang disebut Pak JK itu.”

Tanggapan JK. “Karena pidato bapak, ada pihak, sedangkan kita berkampanye ada dua pihak. Minyaknya di KPK, dagingnya di KPK, hajinya di KPK, Qurannya di KPK.”

Tanggapan Jokowi, “Supaya pertanyaannya dikaitkan dengan energi, daging, bukan soal siapa mafia beras, minyak, daging. Prabowo sudah menjelaskan dengan jelas, jadi terima kasih.” 

Kata Prabowo, “Bukan maksud kami menyebut soal maling-maling. Tapi kita sebagai bangsa ada kelemahan-kelemahan, kalau tidak punya kelemahan, ada dosa terhadap rakyat. Kalau ada pemerintah yang menandatangani kontrak yang merugikan negara selama puluhan tahun, itu bagaimana? Tolonglah kita mawas diri, introspeksi. Saya ingin mengingatkan rakyat, jangan sampai demokrasi yang sudah kita bangun, kita rusak sendiri.”

Hatta menjawab. “Saya bersyukur, renegosiasi kontrak, bahwa blok Tangguh sudah naik jadi 12 saat ini.”

23.03 WIB: Bagaimana menghentikan laju kerusakan hutan di Indonesia?



Prabowo menjawab. “Strateginya adalah mengikutsertakan rakyat yang tinggal di hutan, di pinggir-pinggir hutan, memberdayakan dalam program ekonomi, pemberdayaan mereka, diberi penyuluhan hidup sehingga tidak merambah hutan. Perlu ada pengetatan pengawasan melalui satelit, mengawasi illegal logging, penambangan liar, dan sanksi keras pada perusahaan yang melanggar tata kelola hutan. Juga aparat-aparat penegak hukum perlu kita tatar kembali untuk menjaga hutan, masa depan kita semua, harus ada intervensi pemerintah secara besar-besaran, untuk kita benahi hutan dan lingkungan hidup kita.”

Tanggapan Jokowi-JK. Jokowi bicara, “Tata ruang kita sebetulnya hampir selesai dan harus segera diselesaikan, jadi jelas mana yang hutan lindung, alam, produksi, dan konversi. Karena kita tidak punya kebijakan satu peta, jadi tumpang tindih. Hutan lindung diberi konsesi, produksi, pertambangan, dan perkebunan. One map policy ini sangat penting. Suatu provinsi di Kalimantan, ada 753 kasus, hutan kita akan digerus karena peta di lapangan tidak ada kejelasan. Di peta bisa terpaut 1 cm, tapi di lapangan bisa berhektar-hektar hutan di lapangan rusak karena gambar yang dibikin tangan.”

Hatta memberi tanggapan. “Tadi Pak Jokowi bilang banyaknya izin di hutan lindung. Tahun 2003 ada 13 perusahaan asing yang mendapat izin hutan lindung, apa pendapat Bapak? Bahwa ada perusahaan asing yang mendapat izin hutan lindung, apa bapak setuju? Akan mencabut atau renegosiasi kembali?”

Tidak ada kesempatan menjawab karena ini adalah sesi tanggapan.

23.04 WIB: Setiap perpanjangan kontrak, banyak sekali justru perpanjangan itu merugikan kita? Seperti Freeport, yang sahamnya bisa dapat 51% hilang, atau kontrak-kontrak migas lain. Perlukah ada investigasi?

Jawaban Jusuf Kalla. “Saya sangat setuju untuk dibikin investigasi, siapa yang pernah memiliki saham Freeport, dan ke mana saham itu. Saham Newmont, ke mana dan siapa yang punya? Berapa dividen yang masuk?”

Tanggapan Jokowi. “Investigasi perlu. Banyak kelompok kepentingan dalam tambang. Orang sudah mengerti siapa yang dapat. Tapi kita punya niat, kemauan nggak untuk menyelesaikan. Kalau hanya renegosiasi bisa-bisa saja, tapi kalau kelompok-kelompok kepentingan itu masih ada dan mengatur, sampai kapanpun kita akan seperti ini terus. Koalisi kami adalah tanpa syarat, komitmen di depan yang ingin kami ajukan sehingga kami tak ingin tersandera, terbebani dengan masa lalu, kontrak-kontrak yang sudah disebutkan.”

Tanggapan Hatta Rajasa. “Artinya bapak setuju dengan renegosiasi. Persoalannya adalah bagaimana renegosiasi itu bisa menguntungkan sebesar-besarnya buat kita? KAlau kita bilang ada kelompok kepentingan, maka tidak berjalan. Kita berupaya keras agar ada renegosiasi kontrak, menyangkut sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Siapapun yang merugikan kepentingan negara harus kita sikat.”

Tanggapan Prabowo. “Saya ingin memberi tanggapan dan mengucapkan terima kasih pada Presiden SBY sehingga renegosiasi kontrak blok Tangguh sehingga mendapat tambahan Rp250 T.”

Tanggapan balik dari Jusuf Kalla. “Pertama soal Newmont, keputusan kita saham diberikan ke negara, BUMN, menurut informasi Menko Perekonomian memberi saham ke pemerintah dan swasta. Sehingga saya setuju sekali.” 

“Blok Tangguh, tiap 4 tahun harus dinegosiasi. Pada 2008, saya berbicara dengan Presiden Cina Hu Jintao siap negosiasi, begitu saya tinggalkan tidak ada negosiasi. Itulah bunyi kontrak yang saat itu, jadi tidak ada yang spesial. Jika naiknya iya. Kita berterimakasih.”

23.12 WIB: Pernyataan penutup dari Jokowi-JK.

Kata Jokowi, “Kita tahu semuanya Indonesia mengalami masalah, problem yang banyak, tapi setiap problem ada jalan keluarnya, kita punya pakar di bidang itu. Yang selalu menghalangi adalah kelompok-kelompok kepentingan tadi, mafia tadi. Kerjasama koalisi tanpa syarat. Kami ingin hadir untuk membawa perubahan, membawa terobosan, membawa langkah-langkah nyata. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh kader, relawan, yang sudah bekerjakeras untuk cita-cita bersama. Kami lahir, dididik, bekerja di Indonesia. Kami hanya tunduk pada Konstitusi Indonesia dan kehendak rakyat dan selalu setia pada Indonesia.”

23.15 WIB: Pernyataan penutup dari Prabowo-Hatta. 

Prabowo yang bicara. “Malam ini kita mengakhiri kampanye politik yang cukup panjang, sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusi kita, kita ingin membangun demokrasi yang kuat. Pada 9 Juli nanti, rakyat akan memilih presiden. Jika kita mendapat mandat, kami ingin bekerja keras menyejahterakan, membangun bangsa yang terhormat, berdiri di atas kaki sendiri, produktif, tidak hanya membeli dari bangsa lain, tapi bermartabat menjual dan membuat barang-barang sendiri. Kami akan berjuang agar seluruh rakyat Indonesia bisa hidup layak, sejahtera, seperti dicita-citakan oleh pendiri bangsa Indonesia. Kami juga akan menghormati keputusan rakyat Indonesia demi negara, bangsa, dan rakyat kita yang kita cintai.”

Sumber: Y! Live Blog dan Video Youtube

Sudahkah Anda Terdaftar Sebagai Pemilih Pilpres 2014 ?

Sudahkah Anda terdaftar sebagai pemilih Pilpres 2014 yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang ? Jika ingin tahu apakah nama Anda sudah terdaftar di Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 silahkan berkunjung ke website KPU. Pastikan Nama dan NIK Anda tercantum disana.

NIK Nasional DPT Pilpres

PENCARIAN NIK NASIONAL


  • Buka website KPU pada laman DAFTAR PEMILIH TETAP PILPRES
  • Pada kolom sebelah kiri laman tersedia kotak pencarian NIK (Nomor Induk Kependudukan), masukkan NIK (16 digit) sesuai dengan yang tertera di KTP Anda. Jika data NIK sudah benar, tekan tombol CARI. Tunggu beberapa detik, jika NIK Anda terdaftar sistem KPU akan menampilkan kotak popup yang berisikan informasi data No TPS, Lokasi TPS, NIK, Nama, Jenis kelamin, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten / Kota dan Propinsi.


Sedangkan jika Anda ingin melihat nama Anda berdasarkan kelurahan tempat tinggal, silahkan pilih wilayah propinsi pada tabel DPT di laman tersebut.


Data Pemilih Tetap Pilpres 2014
  • Pilih propinsi dengan cara klik pada kotak drop down Propinsi
  • Pilih Kabupaten / Kota
  • Pilih Kecamatan
  • Pilih Kelurahan / Desa
  • Pilih TPS (No TPS bisa dilihat dari hasil pencarian NIK Nasional diatas)
  • Masukan NIK dan Nama sesuai dengan KTP Anda








DPT Pilpres Propinsi


Namun, jika Anda belum terdaftar di Daftar Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, berikut langkah-langkah yang ditunjukkan oleh JPPR Pantau Pemilu dilaman websitenya.
  • Didaftarkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), caranya, datangi PPS di Desa/Kelurahan domisili anda sesegera mungkin krn akan ditetapkan provinsi maksimal s/d 30 Juni 2014
  • Didaftarkan dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), caranya :
(a). Bagi Pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT tapi tidak bisa memberikan hak suaranya di TPS asal, maka pemilih yang bersangkutan harus meminta Model A-5 PPWP (Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih Tambahan/DPTb) pada PPS di Desa/Kelurahan asal dan melapor kepada KPPS tujuan tempat Pemilih akan memberikan suaranya pada TPS setempat paling lambat 5 Juli 2014;

(b). Bagi Pemilih yang akan memberikan suara di TPS lain, tetapi kesulitan mendapatkan Model A-5 PPWP (Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih Tambahan/DPTb) dari PPS di Desa/Kelurahan asal, maka Pemilih yang bersangkutan dapat meminta Model A-5 PPWP dari KPU Kabupaten/Kota tujuan paling lambat 28 Juni 2014

(c). Pemilih yang telah mendapatkan Model A-5 PPWP (Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih Tambahan / DPTb) agar melapor kepada KPPS tujuan tempat Pemilih akan memberikan suaranya pada TPS setempat paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara yaitu tanggal 5 Juli 2014.
  • Didaftarkan dalam Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb), caranya, Jika tidak juga terdaftar dalam DPT dan DPK, maka pemilih tersebut dapat menggunakan hak pilihnya dengan memperlihatkan KTP / identitas lain / paspor pada TPS di Desa/Kelurahan yang tertera pada identitasnya pada hari pemungutan suara (9 Juli 2014) di TPS sesuai alamat yangg tertera di identitas.

Internet Cepat Bisa Mendownload Film HD 50GB Dalam Sekejap

wifi, video youtube
Wi-Fi
Anda mungkin bisa mulai melupakan 4G. Ericsson sudah mencetak rekor kecepatan Wireless Fidelity (Wi-Fi) berbasiskan teknologi 5G.

Perusahaan telekomunikasi tersebut menyatakan keberhasilan mereka melakukan uji coba dengan kecepatan mencapai 5 Gbps lewat komunikasi wireless, Selasa (2/7). Uji coba tersebut merupakan bagian dari teknologi wireless 5G di masa depan.

Kecepatan 5 gigabits per detik yang berhasil dicapai Ericsson berarti 250 kali lebih cepat dibanding standar koneksi LTE saat ini. Kecepatan tersebut juga menjadi rekor industri telekomunikasi dan bakal menjadi indikasi betapa cepatnya kecepatan arus data di masa depan.

Kecepatan itu juga bakal membuat penggunaan ponsel pintar semakin menyenangkan serta aneka piranti lain yang membutuhkan arus data yang cepat.

"Jika LTE semakin menghubungkan banyak orang, 5G membuat semua hal saling terhubung," kata Johan Wibergh, Kepala Unit Bisnis Ericsson.

Dengan koneksi wireless berkecepatan 5 Gbps maka film high definition sebesar 50 GB bisa diunduh dalam waktu 80 detik saja. Bahkan jika dibandingkan koneksi kabel optik milik Google, 5G versi Ericsson masih 5 kali lebih cepat.

Sayangnya aplikasi komersial dari 5G baru bisa diwujudkan setidaknya 2020 mendatang.

Hasil tes tersebut juga adalah kecepatan maksimum yang bisa diraih Ericsson dalam kondisi ideal di laboratorium - satu hal yang jarang ditemui konsumen dalam kondisi riil.

Sumber: Beritasatu - Uji 5G, Ericsson Berhasil Wujudkan Rekor 5 Gbps

Pembangunan SDM dan IPTEK dalam Debat Cawapres

Pada debat putaran ke 4 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014) menghadirkan kandidat Cawapres Hatta Rajasa dan Cawapres Yusuf Kalla dengan tema Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK).

Debat Capres putaran ketiga Bisa dilihat di Debat Capres ke 3 (Teks dan Video) Prabowo dan Jokowi

Berikut Transkrip Debat Cawapres dari Kandidat No. 1 dan Cawapres dari Kandidat No. 2:

Debat Cawapres 2014

20.30 WIB: Ketua KPU Husni Kamil Manik sedang membuka acara debat. Menurutnya, Indonesia menginginkan sumber daya manusia tidak hanya jadi tuan rumah di negara sendiri, tapi jadi kebanggaan internasional. Ulasan pada malam ini oleh para cawapres yang akan menyampaikan visi, misi, dan program pasangan capres-cawapres penting untuk disimak bersama-sama sehingga masyarakat tahu apa yang akan para pemimpin jalankan setelah terpilih pada lima tahun ke depan.



20.35 WIB: Moderator malam ini adalah Dwikorita Karnawati yang akan mengantarkan tema soal pembangunan sumber daya manusia dan iptek. Dia sudah mempersilakan cawapres Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla untuk naik ke panggung.

20.48 WIB: Kesempatan pertama untuk memaparkan visi misi, Jusuf Kalla mendapat giliran pertama. Dia mendapat waktu 4 menit.

Berikut pemaparannya.

Konstitusi mengajarkan pada kita bahwa tugas negara untuk mencerdaskan bangsa. Pembangunan SDM penting untuk dunia dan akhirat. Pembangunan, objek dan subjeknya, adalah manusia. Yang sering dikatakan Jokowi adalah meningkatkan derajat SDM lewat pendidikan, sumber ilmu dan peningkatan itu sendiri. Gabungan dari SDM dan pendidikan adalah kemajuan bangsa itu sendiri. Dengan kekayaan sumber alam, SDM, dan iptek akan memberi manfaat bagi bangsa.

Sistem pendidikan nasional kita mengutamakan kecerdasan, akhlak, anggaran pendidikan dasar harus 20%, tidak banyak diterapkan negara-negara lain. Badan-badan seperti BATAN, LIPI, untuk memajukan teknologi. Universitas juga harus disatukan kemampuannya untuk memajukan SDM. Modal dari pendidikan dan institusi swasta bisa jadi kekuatan dan kemajuan bangsa ini.

Pendidikan, ilmu pengetahuan, SDM, tidak bisa berdiri sendiri. Dalam pembinaan ke depan, kita harus maju dengan kemampuan itu.

20.50 WIB: Hatta Rajasa mendapat giliran memaparkan visi dan misinya soal SDM dan iptek.

Pemaparannya.

Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa kita mencerdaskan kehidupan bangsa, artinya sangat tergantung pada kualitas SDM dan penguasaan iptek. Pembangunan SDM sangat ditentukan oleh dua faktor, pendidikan dan kesehatan. Kualitas SDM dan penguasaan iptek dapat memajukan peradaban. Keduanya harus jadi pilar utama membangun peradaban bangsa. Sejauh mana kita bisa menjamin warga untuk mencapai pendidikan yang inklusif, setinggi mungkin, menjangkau seluas mungkin.

Memperbaiki kualitas pendidikan, memperluas akses, wajib 12 tahun pendidikan karena ini hak mendasar. Di bidang iptek, pemerintah wajib memajukan iptek untuk memajukan peradaban dan umat manusia. Kata kunci iptek, dalam membangun daya saing bangsa, bagaimana iptek bisa menjawab dan merespons pengelolaan sumber daya alam, bagaimana iptek bisa memajukan masyarakat jadi kritis dan inovatif. Di bidang kesehatan akan ada upaya memperluas akses BPJS. Begitu juga meningkatkan produktivitas yang kebanyakan masih tingkat SD. Perlu ada balai-balai latihan, pusat-pusat keunggulan dan inovasi agar komponen masyarakat kita mendapat pendidikan.

\

21.00 WIB: Hatta Rajasa diminta mempertajam bagaimana caranya memastikan pendidikan inklusif, memperluas akses, serta pendidikan sedini mungkin di tengah anggaran terbatas. Selain itu, bagaimana menambah pusat dan balai pelatihan.

Menurut Hatta, ini adalah amanat konstitusi Pasal 31 ayat 1, ayat 2, ayat 5, UUD 1945. Anggaran dapat disiapkan untuk sumber daya manusia yang merupakan pilar utama membangun bangsa, untuk membangun pusat inovasi. Penting bagi kita karena ini merupakan bagian peningkatan daya saing bangsa. Tidak mungkin membangun center of excellence jika ingin meningkatkan daya saing bangsa.

“Prabowo-Hatta mempersiapkan anggaran kita naikkan, terutama untuk perguruan tinggi, iptek, meningkatkan bantuan operasi 2 kali lipat ke depan, prioritas temuan penelitian agar dapat diterapkan ke sektor penting seperti pangan, energi, transportasi, kesehatan, dan sebagainya. Karena itu kita harus mengembangkan pendanaan untuk tiga hal utama. Pertama, kualitas, keterjangkauan dan ketersediaan. Kedua, guru harus kita tambah dalam lima tahun ke depan begitu juga dengan peningkatan kesejahteraan guru. Iptek dan peningkatan pendidikan akan seiring untuk menghadapi tantangan zaman.”

21.05 WIB: Jusuf Kalla diminta menjelaskan. Pentingnya pendidikan nasional untuk meningkatkan akhlak, kecerdasan, dan budi pekerti. Bagaimana dalam lima tahun, pemerintah mampu menyusun untuk pendidikan budi pekerti dengan menyadari kesenjangan pendidikan untuk memajukan inovasi iptek?

Pendidikan budi pekerti dapat diterapkan di semua pelajaran. Kita bisa masukkan ke sejarah, di matematika, bagaimana mengatur disiplin, tidak hanya pengetahuan budi pekerti. Di bahasa Indonesia, kita bisa menceritakan kisah-kisah heroik, kita hilangkan cerita kancil yang cenderung menipu. Revolusi untuk bahasa Indonesia yang benar mempercepat proses. Penataran guru akan kita utamakan, fasilitas dan sertifikasi guru kita utamakan, baru kita berikan ke murid. Tunjangan dan fasilitas guru yang baik akan kita berikan, karena guru adalah kunci perubahan itu.

Kebijakan pemerintah harusnya memihak pada inovasi bangsa maka akan terjadi inovasi dalam negeri. Pemihakan pada industri dalam negeri. Anggaran tak masalah, 20% dari APBN. Satu-satunya kementerian yang anggarannya tidak turun adalah Kementerian Pendidikan. Yang dibutuhkan adalah efisiensi anggaran di Kementerian Pendidikan dan menggabungkan pengkajian bersama dalam kelembagaan dan riset untuk menciptakan inovasi.




21.20 WIB: Pertanyaan moderator pertama untuk Jusuf Kalla.

Menyadari adanya kesenjangan lebar dalam kualitas SDM dan penyebarannya serta daya saing rendah di pasar global, bagaimana kebijakan bapak untuk mengatasi hal tersebut? Selain itu, SDM kita yang unggul justru memilih berkarya di luar negeri, bagaimana upaya bapak untuk mencegah mengalirnya SDM berkualitas ini?

Waktunya 3 menit.

“SDM yang tingkatannya berbeda karena pendidikan yang berbeda baik jumlah dan mutunya. Pendidikan nasional betul-betul nasional. Harus ada pemetaan pendidikan tertentu di daerah yang kurang, begitu juga dengan distribusi guru, dan dorongan agar masyarakat. Pertukaran guru perlu diadakan. Guru-guru di daerah yang kurang dibantu oleh guru-guru yang lebih. Seperti inisiatif Indonesia Mengajar oleh Anies Baswedan. Proses ekonominya juga harus diperbaiki.”

“Memang dewasa ini ada kecenderungan SDM kita ke luar negeri, bukan juga yang kasar atau skill, ada positif dan negatifnya. Positifnya menghasilkan devisa yang cukup, negatifnya kita kekurangan eksekutif yang handal. Regulasinya, gajinya sesuai dengan skala profesinya, dihargai sesuai dengan profesinya. Jika ahli perminyakan di Qatar dapat gaji tertentu, di Indonesia tak perlu sama, tapi bisa mendapat angka yang menyenangkan. Tentu mereka tak kita halangi, agar dapat membawa pengalamannya ke dalam negeri. Profesional itu harus dihargai sesuai profesinya, bukan pangkat, agar mau bekerja di dalam negeri.”

21.23 WIB: Pertanyaan sama untuk Hatta Rajasa. Jawabannya.

"Dari 125 juta angkatan kerja kita, 46% masih lulusan SD. Hanya 8% yang lulus universitas. Harusnya ada 40% yang masuk skilled ke pasar tenaga kerja. Bagaimana dengan yang 46% yang ada di daerah? Dengan balai latihan kerja, lewat daerah-daerah otonomi untuk meningkatkan skill. Jangka panjangnya adalah pendidikan, kata kunci."

"Menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru, tidak bisa ada di Jawa saja. Sebagai Menko Perekonomian, saya mendorong MP3EI untuk memaksimalkan pusat pertumbuhan ekonomi sesuai keunggulan daerah masing-masing."

"Tenaga kerja kita di luar. Pertama, kita bisa melihat dari satu sisi, strategi pembangunan kita yang tidak mendapat keuntungan kita di sana. Jika kita menjual bahan mentah saja, maka engineer tidak akan berpartisipasi. Jika ada value-added industry, maka mereka bisa bekerja di Indonesia."

"Pendekatan India, berkarier di luar, tapi membuka pasar atau membuka aksesnya ke dalam negeri karena pembangunan kita terus meningkat."

21.27 WIB: Kita menjadi pasar produk asing, tapi kita punya ratusan perguruan tinggi, industri, dan pusat riset, tapi belum ada sinergi antara pendidikan tinggi dan lembaga riset dengan produk. Apa yang salah? Dan bagaimana mensinergikannya?

"Pendekatan inovasi dengan triple helix harus dilakukan. Pertama, pemerintah, perlu regulasi. Kedua, pemerintah memberi insentif pada kepentingan riset yang bisa masuk ke market. Ketiga, pemerintah memberi kecepatan pada inovasi yang masuk ke pasar."

"Banjirnya impor, kita sungguh ingin mengelola sumber daya alam based on value-added, tidak boleh lagi ekonomi yang tidak berbasis pada knowledge. Pendekatan industri untuk mengurangi ketergantungan impor, 78% bahan baku dan penolong, harus diatasi dengan inovasi, triple helix, antara lembaga riset, universitas, dunia usaha, dan pemerintah."

"Mau tidak mau anggaran riset yang hanya 0,1% dari GDP harus ditingkatkan, kami berkomitmen setidaknya menambah Rp10 T untuk penelitian di sektor-sektor penting, pangan, energi, transportasi.
Sumbernya bisa diambil dari dunia usaha dalam bentuk tax deductible."

21.31 WIB: Pertanyaan sama untuk Jusuf Kalla.

Jawaban Jusuf Kalla.

"Perkembangan teknologi, IT, sangat cepat, 100% dalam 18 bulan. Pertama, kewajiban perusahaan asing untuk melakukan transfer teknologi. Apabila mereka ingin masuk Indonesia, industri mobil harus melakukan transfer teknologi. Yang kedua, harus ada trade barrier buat industri yang tidak melakukan transfer teknologi. Bagaimana dengan riset yang tidak terhubung ke industriawan? Kerjasamanya harus saling mengikat. UI fokusnya apa, UGM fokusnya apa, ITB fokusnya apa. Lalu mereka bisa bekerjasama dengan industri yang fokus. Polanya sama dengan Jepang."

"Ada BPPN, LIPI, tugas Kementerian Riset untuk mengkoordinasi penelitian dan inovasi di bagian-bagian prioritas. Universitas harus mendapat share besar dalam paten."

"Tax deduction untuk perusahaan sebagai insentif atas penggantian biaya yang dikeluarkan dalam penelitian. Selain itu, harus berpihak dalam industri dalam negeri."

21.40 WIB: Kini giliran Hatta Rajasa bertanya ke Jusuf Kalla.

“Saya tanya yang ringan saja, untuk pencerahan saya. Kita banyak bicara soal revolusi, ini sesuatu yang sulit dikendalikan, tidak seperti reformasi. Apa ada values di negara kita yang sudah tidak sesuai lagi?”

"Revolusi bukan pemberontakan, tapi bekerja cepat. Kalau capres nomor satu bilang kebocoran, kita harus bekerja cepat. Bagaimana korupsi yang besar itu bisa diatasi kalau persoalannya adalah soal mental?"

"Evolusi butuh 20 tahun. Kita butuh bekerja keras, bekerja bersama-sama, pendidikan harus cepat, merata, budi pekerti yang baik. Kita sudah 60 tahun merdeka, tapi sistem kita belum sempurna untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Jika kita bekerja bersama-sama, dalam hal gotong royong. Tidak semua harus diubah, bisa ditambah dalam kurikulum. Pada matematika, angka tidak harus dimanipulasi, di bahasa Indonesia, kisah heroisme ditambahkan. Bekerja cepat itu yang namanya revolusi.”

21.45 WIB: Pertanyaan JK buat Hatta Rajasa. "Bagaimana agar bonus demografi tak menjadi bencana demografi?"

Jawaban Hatta Rajasa. “Bonus demografi harus dimanfaatkan hanya sekali dan tidak terulang kembali. Tidak saja usianya produktif, tapi harus benar-benar produktif. Yang cepat adalah faktor total factor productivity masuk dalam elemen pertumbuhan ekonomi kita."

"Bonus demografi ini harus kita isi masyarakat Indonesia berkemampuan dengan ilmu dan teknologi sehingga meningkatkan pertumbuhan netto bisa menjadi lebih dari 10%. Bonus demografi ini harus betul-betul kita manfaatkan agar kesenjangan usia yang muda, 0-15 tahun, dan usia di atas 60 tahun, kita dekati dengan program-program social protection. Yang produktif kita dorong untuk meningkatkan employment dan kewirausahaan sehingga bisa ditingkatkan produktivitasnya.”

21.47 WIB: Pertanyaan Hatta buat JK. "Barusan saya mendengar Pak JK bicara soal sertifikasi guru, tapi bukankah itu yang dulu Anda tolak?"

Jawaban JK, “Pak Hatta boleh baca semua visi misi kita. Meningkatkan guru adalah lewat sertifikasi, Jokowi-JK tidak mungkin menghapus UU. Ini tidak mungkin menghapus undang-undang. Jokowi-JK tetap ingin ada sertifikasi guru.”


21.50 WIB: Pertanyaan Jusuf Kalla buat Hatta Rajasa. Selama ini Indonesia banyak mengirimkan TKI ke luar negeri, apa caranya agar Indonesia mengirim tenaga kerja yang berbakat ke luar negeri dan mengurangi pengiriman TKI?

“Pertama kita harus mendorong pertumbuhan ekonomi, UKM, koperasi agar dapat meningkatkan lapangan kerja di dalam negeri agar tidak mengirim tenaga kasar. Kita boleh mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tapi harus memiliki skill tidak hanya tenaga murah atau kasar, karena ini menyangkut harkat, martabat, kebangsaan kita.Untuk TKW, lebih baik moratorium, karena banyak legal case yang mengganggu harkat, martabat, kebangsaan kita.”



22.00 WIB: Pertanyaan Jusuf Kalla buat Hatta Rajasa.Setiap kali debat, Prabowo selalu menyebut ada kebocoran anggaran. Apa yang Anda ketahui soal kebocoran Rp3T/hari? Dan apakah kualitas SDM begitu jeleknya?

"Perlu saya jelaskan, Pak Prabowo Subianto tidak mengatakan kebocoran Rp1000 T dari APBN, tapi potensi kehilangan sebesar itu. Apabila kita hanya pandai menjual bahan mentah saja, tidak ada value added sama sekali. Atau saat menjual gas dan batubara yang harganya terlalu murah dan tidak bisa melakukan renegosiasi karena buruknya manajemen. Pemerintahan SBY sudah melakukan perbaikan soal itu. "

Tanggapan Jusuf Kalla, kalau itu kebocoran, tercermin di KPK dan Kejaksaan. Apakah kebocoran ini karena mafia daging? Mafia bibit? Mafia gula?

Jawaban Hatta Rajasa, “Apa pun yang namanya mafia minyak apapun, adalah masalah hukum. Serahkan ke KPK akan menangani. Kalau kenapa kita mengimpor, itu kan ada masa di Pak JK. Angka psikologis 1 juta barel ada di masa Pak JK. Tapi angka ini kini menurun di masa Pak SBY. Kita setuju harus mengelola good governance, akuntabel, tata kelola pemerintahan yang baik.”

22.04 WIB: Pertanyaan Hatta buat Jusuf Kalla. “Orang sering menanyakan tentang daya saing kita. World Economic Forum mengeluarkan Global Competitiveness Index. Menurut Pak JK, indeks mana yang perlu kita prioritas untuk mengatasinya?”

Jawaban JK, “Indeks kemudahan usaha. Dulu pernah di atas 100, sekarang kita 60an, perlu untuk mendekati Malaysia di 20an. Izin, birokrasi di daerah, mengatasi izin-izin di kota, paling berat untuk indeks tersebut. Kedua, masalah perhubungan, birokrasi dalam negeri harus diperbaiki.”

Tanggapan Hatta soal jawaban JK. “Saya kira jawaban itu tidak sepenuhnya mengena. Izin bisnis itu perlu, tapi yang paling penting adalah inovasi bangsa, kesiapan teknologi. Yang penting adalah menyiapkan infrastruktur dasar, paling penting pengaruhnya pada global competitiveness itu.”

JK diminta menanggapi tanggapan tersebut. “Tadi meminta pendapat saya. Dalam pembahasan dengan pemerintahan-pemerintahan tersebut. Bahwa infrastruktur penting. Waktu kita masih di pemerintahan, kita bikin listrik, tapi infrastruktur itu tidak dibicarakan tapi dilaksanakan. Jangan hanya waktu listrik mati kita pidato.”

22.10 WIB: Pertanyaan Jusuf Kalla buat Hatta Rajasa. “Anda kan pernah menjadi Menteri Ristek. Ristek itu inovasi iptek. Apa inovasi tersebut yang membanggakan Anda sehingga kita ingat sampai sekarang?”

Jawaban Hatta Rajasa. “Sebelum inovasi, saya meletakkan dasar-dasar, UU Sistem Pendidikan … Ini adalah dasar untuk spending usaha bisa mengeluarkan dana dan pemerintah mengeluarkan insentif sehingga environment mendukung. Begitu banyak temuan-temuan GMO soal pangan yang diaplikasikan LIPI dan BPPN. Temuan transportasi bermanfaat sampai sekarang dan bisa dijalankan. Energi, saya masih ingat tidak boleh membangun di bawah 15 MW tanpa kolaborasi usaha lokal. Saya sayangkan jika membangun 10 ribu MW yang semuanya Cina.”

Tanggapan JK: “Bagaimana terjadi bibit yang diciptakan, terus impor terus? Padahal pada 2008-2009, saat saya di pemerintahan, bisa swasembada? Justru aturannya, di bawah 50MW harus oleh usaha nasional.”

Hatta menjawab lagi. “Memang saya bangga karena itu inovasi, invention, temuan yang terdifusi dalam sektor dan menghasilkan bibit unggul yang masuk dalam market. Inovasi yang mendasar, menyangkut pangan. Nah kita masih mengimpor, kita sebetulnya sudah berswasembada pangan, tapi selalu saja ada slot untuk kebutuhan masyarakat asing yang butuh beras tertentu. Kecuali terkena iklim ekstrem yang mengganggu produksi, dan bersifat insidentil. Menurut saya agenda-agenda riset ke depan akan membangun sustainability pangan dan pertanian kita.”

22.15 WIB: Hatta Rajasa mendapat giliran untuk bertanya pada Jusuf Kalla. “Saya membaca dalam visi misi Pak JK dan Jokowi, tidak lagi memperhitungkan atau menolak ujian nasional. Ini perkembangan yang cukup menarik. Karena bapaklah dulu promotor ujian nasional. Apa yang salah dalam sistem ujian nasional?”

Jawaban Jusuf Kalla. “Pak Hatta, kalau Anda baca betul visi misi kami, bunyinya adalah akan dievaluasi sistem pendidikan seperti kurikulum dan ujian nasional. Evaluasi, boleh diperbaiki sistemnya, tidak menghilangkannya dengan segera. Dulu, 100% ujian nasional, sekarang 60%, 40% ke daerah. Kesenjangan pendidikan itu tidak mungkin diselesaikan tanpa pemetaan. Pemetaan tak mungkin tanpa ujian nasional. Ini sejarah lama, sudah ada dari 1950an. Ujian nasional selalu dievaluasi sesuai dengan waktunya untuk mengatasi kesenjangan pendidikan nasional.”

Hatta Rajasa bilang belum puas terhadap jawaban JK. “Apa yang harus dievaluasi? Sistem ujian nasional bukan pendidikan tapi kompetensi daerah, agar bisa mengukur seberapa jauh kesenjangan ini? Kalau Pak JK ingin evaluasi, dari sisi apa? Jika kompetensi knowledge, skill, dan attitude, tiga ini attitude ya attitude Republik Indonesia, jangan sampai sikap kita tidak punya kesatuan pusat dan daerah.”

Tanggapan JK. “Bagaimana mutu pendidikan pada waktu itu, tahun 2003? Kalau kita ujian nasional, yang tidak lulus 3,5, dengan skor 5,5, yang tidak lulus di bawah 1%. Evaluasi bisa sistemnya, bisa kontennya, bisa pelaksanaannya. Dulu 100% penilaian nasional, sekarang 60%, itu evaluasi. Bisa dilakukan terus-menerus.”




22.30 WIB: Pertanyaan Jusuf Kalla buat Hatta Rajasa. "Ada banyak lembaga, LIPI, BPPT, BATAN, bagaimana bisa efisien dalam riset, tapi juga hasilnya terukur. Agar biayanya efisien, tapi hasilnya terukur?"

Jawaban Hatta, ada tujuh lembaga di bawah Kemenristek yang punya kompetensi masing-masing. LIPI banyak melakukan riset-riset dasar. BPPT itu pengkajian dan penerapan teknologi, semacam clearing house teknologi. Kalau dulu namanya Bakorsurtanal, sekarang jadi BIG, begitu juga dengan Bapeten, BATAN. Kita tidak perlu memaksakan tujuh lembaga tersebut harus sama melakukan riset, tapi bagaimana output lembaga-lembaga tersebut bisa terdifusi dalam berbagai sektor. Jangan ada redundan dalam penelitian, karena anggaran terbatas. Kita juga meminta lembaga-lembaga riset tersebut untuk bekerjasama dengan pemerintah dan perusahaan agar jadi triple helix.

Tanggapan JK ke Hatta Rajasa. “Yang saya maksud tadi adalah akuntabilitas eksekutif, jika kita ingin meningkatkan anggaran, harus ada kejelasannya. Fungsi-fungsi tujuh lembaga berbeda tentu jelas. Karena kita melihat riset kita belum siap menghadapi tuntutan internasional.”

Tanggapan Hatta Rajasa. “Koordinasi harus diperlukan, di bawah Kemenristek. Harus ada penajaman pada riset-riset yang bisa cepat terdifusi dalam sektor-sektor, setuju. Karena itu, koordinasi yang menyangkut anggaran, riset yang perlu oleh bangsa ini, pangan, energi, transportasi, pertahanan, kedokteran & kesehatan, serta kebumian atau maritim kita. Penajaman di sistem ini harus dilakukan agar semakin cepat aliran dari knowledge ke inovasi untuk membangun perekonomian bangsa kita.”

22.35 WIB: Pertanyaan Hatta Rajasa buat Jusuf Kalla. "Apa pandangan Pak JK tentang sistem pendidikan kita sekarang? Dan pendidikan gratis yang dulu bapak tidak setuju, tapi sekarang jadi wajib sampai 12 tahun. Apakah dalam konteks ini bapak melihat ada keadilan dan inklusivisme dan pendidikan yang bersifat universal?"

Jawaban JK, “Pendidikan gratis adalah keniscayaan, sudah terjadi, sesuai aturan. Kita boleh berbeda pandang sebelumnya, begitu kita sepakat, ya sudah kita sepakat. Buat yang mampu membayar puluhan kali lipat, cross subsidy, agar tidak terjadi dua kelas pendidikan, pendidikan yang baik dan mahal. Sekolah gratis itu penting bagi rakyat, realitanya adalah harus ada cross subsidy agar tidak terjadi dua kelas pendidikan, sehingga arah pendidikan yang benar.”

Tanggapan Hatta Rajasa, “Pendidikan berkeadilan dan inklusif adalah hak mendasar dari warga negara seperti disebutkan dalam Pasal 31 ayat 1. Ayat 2-nya menyebut pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar. Apabila ada kaya dan miskin tidak tercermin dalam sekolah gratis. Kita bersyukur konstitusi sudah menjamin pendidikan gratis.”

JK diminta memberi tanggapan lagi. “Saya ingin tegaskan Jokowi-JK sangat mendorong sekolah gratis sejak lama. Yang saya tegaskan adalah kerjasama antara sekolah kaya dan mahal, fasilitas lengkap, bisa memberikan kerjasama, share pada sekolah yang fasilitasnya tidak cukup, sehingga tidak ada gap-gap antara masyarakat sekitarnya.”

22.37 WIB: Waktunya pernyataan penutup. Hatta Rajasa mendapat giliran pertama. Dia menyapa ibu-ibu, pedagang asongan, nelayan, buruh. “Mari kita bayangkan masa depan Indonesia lebih cerah, ibu-ibu tidak perlu khawatir akan masa depan anak-anaknya. Indonesia bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Mari kita bayangkan jika kekayaan alam kita depleted, natural resources kita habis, apakah kita akan tersisih? Jawabannya tidak. Karena Prabowo-Hatta menegaskan pembangunan SDM. Energi kita bisa habis, kecerdasan anak-anak yang kita didik akan membuat kita tangguh. Indonesia jadi maju, macan di Asia, disegani.”

22.40 WIB: Pernyataan penutup dari Jusuf Kalla.

“Sumber daya manusia dan iptek menghasilkan produktivitas yang baik buat bangsa. Ini suatu tujuan kita memakmurkan bangsa. Kalau kita bicara pendidikan, tanggung jawab kita semua. Tanggung jawab negara, komunitas, dan keluarga. Keluarga adalah sumber inspirasi, sumber pendidikan terbaik dari anak didik kita. Keluarga harus jadi tulang punggung pendidikan kita. Ibu-ibu kita, perempuan, mereka paling bertanggungjawab, harus mendapat pendidikan dan bimbingan. Masyarakat yang disabel harus dapat pendidikan yang baik dan gratis. Dari semua inilah, keluarga dan anak, mulai dari PAUD (pembinaan karakter anak), SD sampai 12 tahun, begitu juga perguruan tinggi, anggaran besar harus diberikan. Teknologi dalam sistem, urusan pengusaha, dan bangsa kita semuanya.”

Sumber:  Y! LiveBlog dan Video Youtube Debat Capres putaran ketiga Bisa dilihat di Debat Capres ke 3 (Teks dan Video) Prabowo dan Jokowi